Klik disini untuk sukses

Search

Translate

Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Andai aku jadi Gayus

0

Ruangxp-News,
Dalam beberapa hari ini telah heboh dengan adanya lagu ANDAI AKU JADI GAYUS. Hebohnya lagu ini lantaran setelah beredar di media massa si pencipta lagu tersebut mendapat ancaman teror. Terus siapakah yang telah mengancam si BONA tersebut? Itu adalah pertanyaan yang harus di jawab dan di pecahkan oleh Polisi, karena si BONA telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polisi. Kemudian siapakah sebenarnya sosok BONA tersebut? inilah sekelumit tentang sipencipta lagu ANDAI AKU JADI GAYUS.


Adalah Bona Paputungan (32). Bona adalah mantan Napi di LP Kelas II A di Kota Gorontalo karena terjerat kasus KDRT. Ia mendekam di penjara itu sejak 11 Maret 2010 dan bebas pada 5 Januari.

Alasan Bona menciptakan lagu gayus yang sarat sindiran tersebut, karena Pengalamannya semasa di dalam penjara. Lagu Gayus adalah refleksi kekecewaan seorang Napi miskin yang mendapatkan perlakuan yang berbeda jauh dengan Gayus yang masih bisa keluar negri saat dalam tahanan.

Bona menuangkan semua gundahnya dalam Lagu Gayus dan beberapa lagu lainnya. Sebanyak 10 lagu, termasuk lagu Andai Ku Gayus tercipta dalam waktu satu minggu empat hari. Selain Lagu gayus, , Bona juga mencipta sebuah lagu berjudul Markus.

Album Bona dengan hits Lagu Gayus akan diluncurkan pada 23 Januari 2011 mendatang. Dalam produksinya pelantun Lagu Gayus ini kabarnya dibantu oleh seoarang anggota DPD Gorontalo dan seorang anggota DPRD Gorontalo yang sempat mendekam di penjara karena kasus korupsi.--ruangxp

Bona di Teror

Kepolisian Daerah Gorontalo terus melacak pelaku teror terhadap Bona Paputungan (32), pencipta dan pelantun lagu Andai Aku Jadi Gayus. "Kami masih melakukan upaya pelacakan karena dugaan sementara pelaku teror berada di luar Gorontalo," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Gorontalo Wilson Damanik, Senin (17 jan 2011)
Damanik menambahkan, dalam kasus tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menelusuri jejak si peneror. Polda Gorontalo juga akan meminta bantuan Mabes Polri melacak pelaku dengan mengunakan peralatan teknologi komunikasi.

Sebelumnya, Bona Paptungan telah melaporkan diri ke Polda Gorontalo bahwa dirinya diteror oleh seseorang tak dikenal, melalui telepon genggamnya. Sang peneror mengaku anggota Detasemen khusus (Densus) dan mengancam Bona maupun keluarganya.---ruangxp

Andai aku jadi Gayus.flv

»»  read more

Penampakan Hantu Merah di Sukabumi

0

Percayakah anda dengan adanya hantu atau kuntilanak? Jika anda semula tidak percaya berarti sama dengan pendapat saya. Apalagi ada hantu atau kuntilanak yang bisa terlihat dengan kamera, tentu jawabannya mana mungkin? Imposible?. Tetapi, baru-baru ini semua yang menjadi pertanyaan itu terjawab sudah. Ada satu keluarga di Sukabumi yang bisa menangkap gambar tentang keberadaan kuntilanak di hari yang masih terang dengan kameranya.



Berikut adalah ulasan lengkapnya:

Sesosok hantu wanita berambut panjang --yang biasa disebut kuntilanak-- tertangkap kamera secara tidak sengaja di Desa Nagrek, Sukabumi, Jawa Barat. Hantu tersebut tampak tertangkap kamera berkali-kali.

Seperti dituturkan Ika, ayah dari Ade si perekam video hantu tersebut mengakui jika secara kasat mata, hantu berjubah merah itu tak dapat terlihat. Hantu baru terlihat ketika Ade menyorotnya dengan handy cam.

"Kalau pakai mata tak kelihatan, tapi kalau lewat kamera jadi kelihatan," tutur Ade saat diwawancarai RCTI. "Ini bukan rekayasa," tegas Ade berusaha meyakinkan. Pengambilan gambar itu terjadi sekira sore hari menjelang Maghrib.

Pengakuan mengenai keberadaan hantu wanita berambut panjang juga diakui Edward, seorang warga Desa Nagrek. Dia sering mendengar suara-suara aneh ketika melintas di depan rumah kosong tersebut.

"Saya sering juga melihat atau dengar ada suara perempuan nangis, ternyata orangnya tidak ada," cerita Edward.

Rekaman hantu yang diduga sebagai penghuni rumah kosong selama 17 tahun ini membuat seluruh penduduk desa heboh. Bahkan kehebohan juga tersiar hingga ke luar Desa Nagrek, Sukabumi, Jawa Barat.

Penampakan Hantu Merah di Sukabumi
»»  read more

Ada apa dengan Negeriku tercinta

Akhir-akhir ini nuansa negeriku yang katanya "gemah ripah loh jinawi" seakan pupus sudah. Tidak ada lagi "tentrem raharja". Kerusuhan-demi kerusuhan terjadi di mana-mana, yang seakan akan ada yang "sengaja" menebar api kerusuhan demi popularitas, kekuasaan dan peran dalam kelompok atau individu.

Kemana pancasila yang dulu kita amalkan dalam kehidupan? entahlah.... mungkin hilang bersama raibnya hati nurani. Darah dan nyawa telah banyak di korbankan tapi seakan " si pembuat" rusuh belum puas dan masih tertawa.

Kami rakyat kecil yang awam tentang semuanya hanya mohon kembalikan Indonesiaku Tempo Doeloe. Kami rindu kedamaian dalam hidup di negeri sendiri. Marilah kita saling asih-mengasihi sesama, saling hormat-menghormati dan tenggang rasa.

Jangan saling caci maki, mengadu domba, saling menjatuhkan, saling serang dan saling angkat senjata untuk merebutkan peran di negara ini. Banyak peran lain yang bisa kita lakukan untuk sama-sama mewujudkan cita-cita. Hormatilah peran orang lain, jangan rebut dengan menghalalkan segala cara, karena mungkin inilah penyebab huru-hara yang terjadi belakangan ini.

Jangan hancurkan negeriku demi kepentingan sendiri, mari kita sama-sama menjaganya, jangan lagi ada air mata, darah dan nyawa yang melayang sia-sia.

Disini saya urutkan foto-foto kejadian-demi kejadian belakangan ini. Silahkan anda nilai sendiri kenapa ini bisa terjadi dan adakah "mister X" di belakangnya? serta apa tujuan mereka? Silahkan tebak sendiri!!

1 Perampokan Bank CIMB NIAGA Medan
Video CCTV Perampokan Bank CIMB Niaga Medan berikut ini terlihat para pelaku memang cukup terlihat profesional dan terlatih dimana menutup identitas nya dengan rapi seperti memakai baju lengan panjang, sarung tangan dan menutupi bagian kepala dengan menggunakan helm. Aksi Perampokan Bank CIMB Niaga Medan ini para perampok juga menggunakan senjata yang cukup canggih seperti Revolver, SS1, M16, dan AK47. Banyak sumber mengatakan kalau jumlah pelaku perampokan ini sekitar 16 orang dan telah meraup uang sekitar Rp 1.5 miliar rupiah dan menewaskan seorang personel Brimob, Briptu Immanuel Simanjuntak (28 tahun) serta melukai 2 satpam yang berjaga di lokasi kejadian dan keduanya masih di rawat di RS Pringadi, Medan.

2. Penyerangan Mapolsek Hamparan Perak SUMUT
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto meminta Kepala Polri dan Panglima TNI mengusut tuntas penyerangan Merakas Kepolisian Sektor Hamparan Perak, Deli Serdang, dini hari tadi. Menkopolhukam pun meminta keamanan di Sumut ditingkatkan.

"Pelaku harus dicari, diburu, dan ditangkap untuk diminta pertanggungjawaban," ujar Djoko sebelum rapat internal dengan sejumlah menteri di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (22/9) pagi.

Djoko belum bisa memastikan motif di balik penyerangan berdarah itu. "Saya belum bisa memastikan karena pelakunya belum tertangkap," kata Djoko. Yang pasti dia sudah meminta penjagaan di semua markas polsek di Sumut diperketat.

"Ya, keamanan di polsek, polres, dan tempat-tempat lain harus diperketat. Kita tidak boleh meng-under estimate kejadian-kejadian seperti ini," terang Menkopolhukam.

Mapolsek Hamparan Perak di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, diserang belasan orang tidak dikenal. Dari penyelidikan, polisi menduga pelaku menggunakan berbagai jenis senjata. Diantaranya AK 47 atau AK 56, M-16 atau SS-1, serta pistol jenis FN.


berdasarkan olah tempat kejadian ditemukan 20 butir selongsong peluru diduga jenis AK 47, M 16 dan SS 1," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Rabu.

Mapolsek Hamparan Perak diserang kelompok tak dikenal dengan menggunakan senjata api pada Rabu dinihari sekitar pukul 00.30 WIB, mengakibatkan tiga personel polisi di Mapolsek tersebut tewas tertembak, masing-masing Aiptu Baik Sinulingga (48), Kepala Sentra Pengamanan Kepolisian (SPK), Aiptu Deto Sutejo (38) dan Bripka Riswandi (38).

3. Kerusuhan Tarakan Kaltim

KRONOLOGIS KERUSUHAN Pada 26 September 2010, sekitar jam 22.30 waktu setempat, Abdul Rahmansyah, warga Kelurahan Juata Permai sedang melintas di Perum Korpri Jl Seranai III, Juata Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Tiba-tiba dia dikeroyok 5 (lima) orang tidak dikenal. Akibat pengeroyokan itu Abdul Rahmansyah mengalami luka-luka di telapak tangan.

Selanjutnya Abdul Rahmansyah pulang ke rumah untuk meminta pertolongan. Keluarganya membawa dia ke RSU Tarakan untuk mendapat pengobatan.

Pada Senin, 27 September 2010, sekitar pukul 00.30, Abdullah, 56 tahun, Orang tua Abdul Rahmansyah mencari pengeroyok anaknya. Dia ditemani 6 orang yang masih keluarga. Mereka mempersenjatai diri dengan mandau, parang, dan tombak.

Dalam pencarian itu mereka mendatangi sebuah rumah yang diduga sebagai rumah tinggal salah seorang dari pengroyok di Perum Korpri Jl Seranai III, Juata, Tarakan Utara Kota Tarakan. Penghuni rumah yang mengetahui bahwa rumahnya akan diserang segera mempersenjatai diri dengan badik dan parang. Di sanalah terjadi perkelahian yang berujung tewasnya Abdullah.

Kematian Abdullah membuat kemarahan warga lainnya. Sekitar 50 orang mendatangi Perum Korpri dan terjadi pengerusakan rumah Noodin. Pengrusakan berlanjut dan terjadi pembakaran rumah Sarifudin.

Pada pukul 06.00, kelompok yang sama kemudian bergerak mencari Asnah, warga pendatang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan bdul Rahmansyah. Saat itu Asnah sudah berlindung di markas Brimob setempat.

Pada pukul 10.00, massa kembali mendatangi tempat tinggal Noodin dan membakar rumah itu.

Pada pukul 11.00, massa merusak 4 sepeda motor yang berada di rumah Noodin.

Pada pukul 14.30, jenazah Abdullah dimakamkan di Gunung Daeng Kelurahan Sebengkok Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan.

Pada pukul 18.00, terjadi pengeroyokan terhadap Samsul Tani –yang masih satu suku dengan Noodin. Pengeroyokan dilakukan sekelompok orang tak dikenal.

Pukul 18.00, petugas gabungan dari Polres Tarakan datang ke lokasi untuk meredakan ketegangan.

Pukul 20.30 sampai 22.30, berlangsung pertemuan di Kantor Camat Tarakan Utara. Pertemuan ini dihadiri Walikota Tarakan, Sekda Kota Tarakan, Dandim Tarakan, Dirintelkam Polda Kaltim, Dansat Brimob Polda Kaltim, Wadir Reskrim Polda Kaltim serta perwakilan dari dua kelompok etnis yang bertikai.

Dalam pertemuan itu disepakati:

1. Sepakat untuk melihat permasalahan tersebut sebagai masalah individu.

2. Sepakat untuk menyerahkan kasus tersebut kepada hukum yang berlaku.

3. Segera temukan pelaku.

4. Seluruh kegiatan pemerintahan dan perekonomian berjalan seperti biasa.

5. Elemen masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama mendukung upaya penegakkan hukum.

6. Mengatasi akar permasalahan secara tuntas.

7. Tidak menciptakan pemukiman yang homogen.

8. Seluruh tokoh elemen masyarakat memberikan pemahaman kepada warganya agar dapat menahan diri.

9. Peranan pemerintah secara intern terhadap kelompok etnis.

Pada Selasa 28 September 2010, pukul 11.30, polisi menangkap dua tersangka yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Abdullah. Mereka adalah Baharudin alias BAHAR, 20 tahun, dan Badarudin alias Ada, 16 tahun.

4. Kerusuhan Depan PN Jakarta Selatan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga korban dipastikan tewas oleh kepolisian dalam bentrok antar dua kubu pengunjung sidang Blowfish, di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010). Seorang lagi kritis dikabarkan kritis"Tiga orang meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Boy Raffli Amar, di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang didapat Tribunnews.com dari kepolisian di sekitar lokasi, inilah nama-nama korban tewas itu.

1. Freddy
2. Syaifudin, warga kelahiran Medan, 14 juni 1962. Tinggal di Kebon Nanas RT 03/01, Penungggangan, Tangerang. Meninggal di depan Med Co.
3. Agustinus Tomasoa, kelahiran Ambon yang berdomisili di Kramat Jati RT 06/09.

Korban kritis yakni, Jayad Kusuma Madang.

Sementara Direktur Samapta Polda Metro Jaya AKBP Damanik mengatakan, satu orang tewas akibat cincangan parang dan satu orang lagi tertembak senjata api saat bersembunyi di sebuah toko sepatu.Sementara itu seorang lagi diduga seorang sopir Kopaja bernopol B 7362 NL jurusan Tanah Abang-Blok M yang terkena panah
»»  read more

Drama 5 Menit di Polsek Hamparan Perak

Tulisan Harian Sumut PosHAMPARAN PERAK-Dinihari, sekitar pukul 00.25 WIB, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, yang semula hening berubah mencekam. Rentetan suara tembakan terdengar dari bangunan Mapolsek Hamparan Perak. Markas polisi itu diserang serombongan orang tak dikenal selama sekitar 5 menit. Tiga anggota polisi tersungkur bersimbah darah.

Saat itu, sekitar 15 orang yang saling berboncengan dengan enam sepeda motor memasuki halaman Mapolsek. Kemudian, terdengar suara tembakan panjang.

Serombongan orang tersebut merangsek masuk ke dalam Mapolsek dan langsung mendatangi petugas. Timah panas ditembakkan ke arah dua orang polisi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).


Dengan gerakan cepat, para pria berpenutup kepala itu menembak seorang petugas lainnya yang berada di ruang reskrim, tak jauh dari sel. Mereka menembak membabi buta tanpa ampun.

Naas menimpa 3 anggota Polsek Hamparan Perak. Insiden penembakan sekelompok orang di Polsek Hamparan Perak menewaskan Bripka Riswandi dengan 11 peluru, Aiptu B Sinulingga tewas dengan 4 peluru, dan Aiptu Deto Sutejo tewas dengan 1 peluru.

Bripka Riswandi ditembus 10 peluru di dada dan 1 peluru di kepala, Aiptu Sinulingga 4 peluru di dada, dan Haji Sutejo 1 peluru di dada.

Saat peristiwa mencekam itu terjadi, ada 5 petugas di dalam Mapolsek. Namun hanya tiga petugas yang menjadi korban tembak serombongan pria tidak dikenal tersebut. Sebab seorang petugas lainnya sedang berada di ruangan lain.

Dua dari 5 anggota Polsek itu selamat setelah bersembunyi di tempat terpisah. “Yang satu masuk ke kamar mandi, karena nggak bawa senjata saat itu. Satu lagi tiarap,” kata Kapolsek Hamparan Perak, Kompol Murdani.

Murdani mengatakan, kedua anggota yang selamat yakni Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak Iptu Irsol dan seorang reserse Bripda Sembiring. Saat mendengar ada suara pecahan kaca dan tembakan beruntun, keduanya secepat mungkin mematikan lampu ruangan kerja. “TV dan lampu ruangan kerja cepat-cepat dimatikan. Ya menyelamatkan dirilah. Nggak ada bawa senjata saat itu. Karena yang datang juga banyak menyerbu,” ungkapnya.
Pelaku juga berupaya membakar mobil polisi dengan cara melempar semacam bom molotov.

Puluhan selongsong dari tiga jenis peluru ditemukan di sekitar lokasi. Jenis pertama, peluru berkaliber 7,62 milimeter yang biasa digunakan untuk senjata serbu jenis AK-47 atau AK-56. Jenis kedua berukuran 5,56 milimeter yang biasa digunakan untuk senjata SS1 atau M-16, dan jenis lainnya berkaliber 9 milimeter yang biasa digunakan pistol jenis FN.

Warga melihat pelaku semuanya memakai helm dan penutup wajah. Ada 6 motor yang digunakan pelaku. 1 Motor dikendarai 2-3 orang. Pria-pria itu tiba-tiba turun dari motor dan memasuki Polsek dengan tembakan membabi buta. Kurang lebih 7-8 orang tampak memegang senjata laras panjang. Diduga senjata tersebut AK-47 dan pistol.
Polisi menduga kuat, pelaku penyerbuan Mapolsek ini ada hubungannya dengan pelaku perampokan Bank CIMB Niaga terkait terorisme. “Pasti terkait dengan itu (terorisme). Ini terkait pelaku perampokan di CIMB. Soalnya mereka itu orang terlatih,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Iskandar Hasan.

Seperti diketahui, Hamparan Perak adalah salah satu wilayah penggerebekan tersangka teroris oleh Densus 88 di Sumut. Dari wilayah itu, Densus berhasil menangkap tiga dari 19 tersangka teroris, yakni Marwan alias Wakno alias Wakgeng (39), Kasman Hadiyono alias Yono (43) dan Surya Saputra.

Untuk memburu para pelaku, Polda Sumut menerjunkan satuan Brigade Mobil (Brimob). Polda menurunkan 200 anggota Brimob dan langsung melakukan pengejaran ke tiga arah berbeda. Lokasi kini telah dipasangi garis polisi, meski demikian warga sekitar terus berdatangan untuk melihat dari dekat tempat kejadian perkara.

Peristiwa berdarah itu berlangsung cepat, hanya 5 menit. Hal ini berdasar pengakuan beberapa warga. Dedi Rianto, seorang warga yang saat peristiwa terjadi berada di sekitar Mapolsek Hamparan Perak. Saat itu, Dedi berdiri sekitar 20 meter dari kantor polisi.

Saat letusan senjata terdengar, pemuda 19 tahun itu sedang memberi makan lembunya. Saat melihat ada serombongan orang bermotor yang menenteng senjata, dia pun bersembunyi di bak sampah karena takut terlihat. Menurut dia, sekitar lima menit setelah tembakan tembakan meletus, kelompok penembak tersebut meninggalkan Polsek.

Menurut Irwan, warga setempat mengatakan, beberapa saat setelah kejadian, setelah orang ramai di Mapolsek, melintas mobil kijang innova silver. Tak jelas ada atau tidak kaitannya mobil tersebut dengan peristiwa itu. Namun menurut Irwan, mobil tersebut sempat berhenti. Sopirnya bertanya kepadanya. “Ada apa bang?”, ujar Irwan menirukan ucapan sopir mobil itu.

Setelah dijelaskan Irwan, sopir mobil tersebut mengaku baru saja dia berpapasan dengan sekelompok pengendara sepeda motor di kawasan Medan Marelan. Beberapa orang yang dibonceng, dikatakannya memegang karung. “Sopir itu bilang juga sempat melihat sejumlah pengendara sepeda motor itu memasukkan sesuatu seperti senapan ke dalam karung goni. Setelah itu sopir itu melintas ke arah Klumpang,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut hingga kemarin malam, lokasi kejadian tampak masih ramai dengan masyarakat yang penasaran ingin melihat olah TKP dari pihak kepolisian.

Polda Siaga 1, Polsekta Dikawal Brimob

Beberapa jam pasca penyerangan Mapolsek Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno langsung menetapkan status Siaga 1 untuk wilayah Medan sekitarnya.

Sementara itu untuk mengejar pelaku yang diduga sebagai teroris, Poldasu telah menyebarkan lebih dari 200 personel Brigade Mobil (Brimob) di titik-titik yang dicurigai sebagai lumbung persembunyian pelaku.
“Mereka jangan menganggap polisi akan menyerah dengan aksi mereka. Ini panggilan tugas negara,” ujar Oegreseno di RS Bhayangkara.

Pasukan Brimob juga disiagakan menjaga sejumlah polsek yang lokasinya berada di perbatasan Medan-Deliserdang. “Poldasu siaga tinggi dan bisa memungkinkan untuk Siaga 1,’’ beber Oegroseno.

Menurut sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) di Densus 88, saat ini, satu regu (12 orang) penindak Densus 88 Mabes Polri masih mengejar para pelaku. Informasi terakhir yang di,kumpulkan hingga pukul 21 tadi malam, tim mengejar hingga ke Tebing Tinggi, sebuah kabupaten di utara Medan.

Kepala Penerangan Kodam I/BB dr Letkol Asren Nasution memaparkan, Kodam I/BB turut membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di wilayah Sumatera Utara.

“Bantuan yang kita berikan pada Poldasu, bukan menurunkan personel, namun kita tetap melakukan kordinasi pada mereka, dalam informasi dari tingkat paling bawah,” tegas Asren Nasution.
Informasi itu mulai dari tingkat Babinsa, yang disampaikan pada Koramil, dari Koramil disampaikan ke Kodim dan diteruskan ke Kodam.

Berdasarkan pantuan Sumut Pos kemarin siang di beberapa Polsek yang berada di sekitar wilayah Kota Medan dan Kabutapen Deliserdang, diantaranya Polsekta Helvetia dan Polsekta Sunggal, pasukan Brimob bersenjata lengkap terlihat bersiaga.

Pengawalan ketat juga dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan. Bahkan bila sebelumnya rumah sakit itu terbuka untuk umum, kemarin pengawalan makin ketat.

Keterangan saksi mata sekitar TKP
“Masuk ke Polsek slow saja, dan terdengar bunyi tembakan. Pas keluar dari Polsek mereka mengeluarkan tembakan lagi, sama pas mereka masuk, macam kasih kode.”
Lindung Ginting
Warga Hamparan Perak

“Aku keluar mau melihat ada apa. Ternyata ada yang naek sepeda motor membawa senjata terlihat berjaga-jaga. Tak lama ada yang keluar dari dalam Polsek menenteng senjata, saya sembunyi di bak sampah, takut kelihatan.”
Dedi Rianto
Warga Hamparan Perak

“Awalnya kita mengira itu bunyi mercon. Pas didengar lagi ternyata itu lain.”
Andi Maulana
Warga Hamparan Perak

“Padahal mereka sempat mutar saya lihat, dan supir tangki yang melihat mereka di Titi Payung sedang menyetel senjata.”
Irwan
Warga Hamparan Perak

“Riswandi 10 peluru di dada dan 1 peluru di kepala, Aiptu Sinulingga 4 peluru di dada, dan Haji Sutejo 1 peluru di dada.”
»»  read more

Kronologis Penyerbuan Mapolsek Hamparan Perak


HAMPARAN PERAK- Polsekta Hamparan Perak yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1 Hamparan Perak Simpang Beringin Kec. Hamparan Perak kab. Deli Serdang di serang oleh sejumlah kawanan bertopeng yang semuanya membawa senjata api laras panjang. Rabu (22/9) sekitar Pukul 00.30 WIB. Akibat aksi para kawanan yang diperkirakan belasan orang menggunakan 6 unit sepeda motor menewaskan tiga personil polisi yang sedang bertugas yakni Aiptu Deto Sutejo, Bripka Riswandi, Aiptu B. Sinulingga.

Aksi para kawanan yang diduga kuat unsur balas dendam dengan ditangkapnya beberapa teroris beberapa hari lalu oleh Densus 88 Mabes Polri ini juga nyaris membakar Mapolsek Hamparan Perak dengan menggunakan bensin yang berada di dalam plastic lalu dibakar. Setelah mendapatkan informasi bahwasannya Polsekta Hamparan Perak diserang oleh sejumlah kawanan bertopeng yang membawa senjata api laras panjang tersebut. Wartawan Sumut Pos (grup JPNN) langsung bergegas mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut.


Dini hari tadi di lokasi polisi dan para warga sekitar sudah ramai melihat lokasi kejadian. Tidak lama berselang tampak sejumlah pihak kepolisian dari Poldasu yang dipimpin langsung oleh kapolda, Irjen Pol Oegroseno di damping oleh Kapolsek Hamparan Perak, Kompol Murdani keluar dari Polsekta Hamparan Perak setelah meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut pantauan wartawan Sumut Pos di lokasi kejadian tampak terlihat ratusan masyarakat keluar dari rumahnya untuk melihat tempat kejadian perkara tersebut. Sementara itu suasana di lokasi sendiri cukup mencekam. Berdasarkan berbagai sumber yang berhasil didapat SumutPos di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, sekitar pukul 00.25 WIB, para kawanan pelaku yang dilengkapi senjata api yang diperkirakan 15 orang rata – rata berciri – ciri berbadan besar mengenakan sebo, jaket hitam dan sarung tangan menggunakan sepeda motor berbagai merek beperti Mio, Vega ZR lis Merah, Supra 125, GL Pro dan RX King datang dari arah Marelan, Klumpang dan Bulu Cina melintas dari depan Mapolsek Hamparan Perak menuju Jalan ke Klumpang, setelah itu kawanan bertopeng tersebut balik lagi ke Polsek Hamparan Perak.

Para kawanan yang dilengkapi senjata api laras panjang ini mengeluarkan senjata mereka yang diselipkan dibagian tengah sela mereka berboncengan, setelah mensiagakan senjata yang akan mereka gunakan, para kawanan orang tidak dikenal ini kembali memutar arah menuju Mapolsek Hamparan Perak, para kawanan pria ini melewati sekitar 5 meter Mapolsek Hamparan Perak.

Setelah memantau situasi, kemudian mereka memutarkan sepeda motor langsung masuk ke areal dengan sepedar motor Mapolsek Hamparan Perak. “Padahal mereka sempat mutar saya lihat depan, dan supir tangki yang melihat mereka di Titi Payung sedang menyetel senjata,” kata Irwan saat melihat aksi para kawanan pria yang dilengkapi senjata laras panjang saat berada di warung.

Di areal Mapolsek Hamparan Perak, para pria bertopeng ini saling berpencar menuju seluruh bagian Mapolsek Hamparan Perak meja sentra pelayanan kepolisian (SPK) yang pada saat itu Aiptu Deto Sutejo sedang tidur langsung ditembak pada bagian dada.

Kemudian Aiptu B Sinulingga sedang memeriksa tahanan di depan pintu sel tahanan juga kena sasaran tembakan pada bagian badan belakang, berbagai suara tembakan beberapa kali mereka letuskan kerah jendela ruangan Mapolsek Hamparan Perak.

Secara bersamaan, Bripka Riswandi yang sedang bermain laptop di ruang juru periksa juga ditembak oleh kawanan pria hingga bagian belakang tertembak peluru panas, berbagai suara ledakan dari senjata api dan tembakan membuat suasana Polsek Hamparan Perak mencekam.

Sehingga Kanit Reskim, Iptu Irsol yang mengetahui serangan itu, dari dalam ruangan langsung mengunci pintu untuk menghindari serangan tembakan, begitu juga salah satu petugas Bripda Sembiring yang berada di ruang patroli langsung mematikan lampu ruangannya setelah mendengar tembakan itu untuk menghindari serangan dari para kawanan pria tersebut. “Kanit dan Sembiring aja yang selamat,” kata salah satu polisi yang bertugas di Mapolsek Hamparan Perak.

Setelah melakukan aksi penembakkan sekitar 15 kali tembakan, para kawanan bertopeng tersebut juga melempari bensin yang diletakkan di dalam plastik ke pintu ruang kapolsek, ruang juper dan mobil patroli dinas Polsek Hamparan Perak hingga nyaris terbakar. Setelah menguasai areal Mapolsek Hamparan Perak diperkirakan hanya 5 menit, para kawanan pria ini langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor yang mereka bawa.

Salah satu polisi yang sedang bertugas di luar yang mengetahui kejadian itu melihat dari jarak jauh mengatakan bahwa. “Ketika kami melihat mereka pergi, kami pun langsung mendatangi polsek berusaha memadamkan api dan melihat teman –teman sudah tewas,” ujarnya.

Para kawanan pria yang telah membrondong Mapolsek Hamparan Perak ini kabur menuju arah Jalan Raya Hamparan Perak ke arah Marelan, sempat berhenti di tengah jalan kemudian para kawanan pria ini memasukkan senjata yang mereka gunakan ke dalam karung goni yang telah mereka persiapkan. Setelah itu mereka kabur ke tiga arah, seperti kedatangan mereka.

Menurut Irwan, beberapa saat setelah kejadian, setelah orang ramai di Mapolsek, melintas mobil kijang innova silver. Tak jelas ada atau tidak kaitannya mobil tersebut dengan peristiwa itu. Namun menurut Irwan, mobil tersebut sempat berhenti. Sopirnya bertanya kepadanya. ”Ada apa bang?”, ujar Irwan menirukan ucapan sopir mobil itu.

Setelah dijelaskan Irwan, sopir mobil tersebut mengaku barusan dia berpapasan dengan sekelompok pengendara sepeda motor di kawasan Medan Marelan. Beberapa orang yang dibonceng, dikatakannya memegang karung goni. ”Sopir itu bilang juga sempat melihat sejumlah pengendara sepeda motor itu memasukkan sesuatu seperti senapan ke dalam karung goni. Setelah itu sopir itu melintas ke arah Klumpang,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut hingga sore kemarin di lokasi kejadian tampak masih ramai dengan masyarakat yang penasaran ingin melihat olah TKP dari pihak kepolisian.
Pada pagi harinya saat orang-orang hendak beraktivitas untuk pergi kerja dan anak-anak yang bersekolah, sempat terjadi kemacetan yang cukup panjang karena masyarakat dan pengendara yang sedang melintasi jalan tersebut berhenti untuk melihat lokasi kejadian.

Hingga tadi malam, masyarakat sekitar masih antusias dan berbondong-bondong untuk melihat keadaan Polsekta Hamparan Perak. Sementara itu, menurut pantauan SumutPos di lapangan, keadaan Polsekta Hamparan Perak sendiri kerusakan cukup parah. Kaca di pintu masuk Polsekta Hamparan Perak tersebut pecah dan kacanya berserakan di lantai akibat tendangan dan tembakan yang dilakukan oleh kawanan bertopeng yang membawa senjata laras panjang tersebut.

Sedangkan kerusakan lainnya yakni mobil patroli Polsekta Hamparan Perak yang rusak pada bagian belakang mobil yang hangus terbakar karena sejumlah kawanan bertopeng tersebut melempar bensin kearah mobil tersebut dan membakarnya. Tetapi api berhasil dipadamkan oleh petugas kepolisian dan warga sekitar yang ikut membantu.

Sejumlah kawanan bertopeng yang mebawa senjata api laras panjang tersebut sempat melemparkan bensin yang diisi didalam plastik ke pintu masuk dan mobil patrol Polsekta Hamparan Perak dan membakarnya. Kejadian tersebut terjadi begitu cepat. Diperkirakan kejadian sekitar 15 menit kemudian kawanan bertopeng tersebut meninggalkan lokasi kejadian. Setelah kawanan tersebut meninggalkan lokasi kejadian barulah sejumlah polisi yang sedang patroli kembali ke Polsekta Hamparan Perak untuk melihat keadaan rekan-rekannya.
»»  read more

Democracy Video Challenge (DVC)

Adalah Adhyatmika, seorang anak bangsa yang behasil memenangkan lomba tingkat internasional Democracy Video Challenge (DVC) yaitu kompetisi video pendek untuk merayakan demokrasi di seluruh dunia, yang diadakan oleh Departemen Luar Negeri AS untuk kedua kalinya. Lebih dari 700 peserta seluruh dunia mengirimkan tiga menit video mereka melalui YouTube, untuk melengkapi pernyataan "Demokrasi adalah ..." Adhyatmika video yang berjudul “Democracy Is Yet to Learn” itu didaulat sebagai pemenang tingkat regional Asia Tenggara.


Adhyatmika lahir di Jakarta, dan lulus dari Sekolah Puttnam Film, Lasalle College of the Arts di Singapura. "Demokrasi bukan objek, tapi sebuah proses," kata Adhyatmika ,dia bekerja sebagai "komedian satir nyata tentang kehidupan demokrasi di Indonesia."
Adhyatmika bersama lima pembuat film lainnya pemenang dari Iran, Spanyol, Kolombia, Nepal dan Ethiopia memenangkan perjalanan yang disponsori sepenuhnya oleh Washington DC, Hollywood dan New York City pada bulan September. Di New York dan Hollywood, pemenang akan mengunjungi lokasi syuting untuk film / TV, dan akan bertemu dengan direksi, film teknisi, agen bakat profesional, dan ahli media baru. Di Washington, DC, pemenang akan bertemu dengan aktivis demokrasi, media, serta pejabat pemerintah Amerika Serikat.
'Democracy Video Challenge Program' bekerja dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga seperti Center for International Private Enterprise, International Republican Institute, International Youth Foundation, Motion Picture Association of America, NBC-Universal, National Democratic Institute, New York University's Tisch School of Seni, Asosiasi Industri Rekaman Amerika, TakingITGlobal, University of Southern California Annenberg Sekolah untuk Komunikasi & Jurnalisme, Departemen Luar Negeri AS, WME dan YouTube.


»»  read more